Bagaimana Cara Menghormati Orang yang Berpuasa?

Mungkin Pemda Kabupaten Tangerang memiliki indera keenam, sehingga bisa tahu, siapa saja yang sedang berpuasa. Dan, karena kemampuannya itu, mereka bisa memastikan, warung-warung makan yang buka siang hari sama dengan tidak menghormati orang yang sedang berpuasa.

ilustrasi: bangor

Sepertinya boleh juga, para karyawan pemda membagi ilmunya, cara mengetahui orang yang sedang berpuasa. Sebab, seringkali Gua salah sangka. Melihat orang yang tampak lesu dan kuyu, Gua pikir lagi puasa, gak tahunya karena kurang tidur. Atau melihat orang yang enerjik seharian di tempat kerja, lalu pulangnya sempat nge-gym sebelum magrib, Gua kira dia gak puasa, eh, begitu beduk, baca Allahuma lakasumtu….

Paling tidak, kalau pemda bisa membagi ilmunya, Gua gak salah menghormati orang. Disangka puasa, ternyata gak. Bukan berarti Gua jadi gak hormat kepada teman-teman non muslim, wanita yang sedang haid, wanita hamil, ibu menyusui, orang yang dilarang puasa oleh dokter karena sakit, atau orang yang sedang dalam perjalanan dan akan membahayakan nyawanya kalau puasa. Sama sekali tidak, karena Tuhan sendiri yang memberi dispensasi kepada mereka (di luar teman-teman non muslim tentunya), boleh tidak berpuasa asal membayar gantinya. Entah berpuasa di bulan lain, atau membayar fidyah.

Continue reading

Advertisements

Teroris Agamanya Apa?

“Teroris itu bukan orang islam!”

ilustrasi: bangor

Begitulah yang diucapkan hampir sebagian besar umat islam di Indonesia, dalam menyikapi tragedi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya hari ini (13/5/2018).

Continue reading

(?)

Anak kecil itu tampak asyik dengan mainannya. Mobil-mobilan, robot-robotan, rumah-rumahan, seolah menyedot jiwanya ke sebuah taman yang indah. Dipenuhi bunga-bunga beraneka warna. Kolam kecil di tengah taman berisi air bening, memantulkan matahari pagi yang memancarkan kehangatan di sekujur tubuh mungilnya, hingga ia enggan beranjak dari sana.

ilustrasi: bangor

Sementara itu sang ibu, tak kuasa menahan tangis, tiap kali melihat si bocah tertawa riang dengan dunianya. Mirip sekali sifat ayahnya yang periang.

Continue reading

Ada Tiada

Sunyi senang duduk di sofa merah. Matanya pasti bersinar, mulutnya selalu terbuka tiap kali ia duduk di sana, dari pagi hingga malam hari.

ilustrasi: bangor

Di depannya ada Putri yang tak berhenti menari, berputar sembari mengikuti lirik lagu di televisi. Penuh semangat meski pelafalannya belum sempurna.

Continue reading

Keputusan Penting

Mobil si Kumis terlambat beberapa detik. Pintu palang kereta sudah terlanjur menutup. Si Kumis terpaksa menginjak rem dan mobil perlahan berhenti untuk menunggu kereta yang lewat. Suasana hening di dalam mobil, dipecahkan suara lembut dari bibir si kuncir yang duduk di samping si Kumis.

aborsi

ilustrasi: bangor

“Masih jauh, tempatnya?”

“Sudah dekat. dua puluh meter setelah melewati pintu kereta ini ada belokan ke kanan. Kita belok dan tempatnya tepat di ujung jalan itu. Rumah berwarna hijau muda,” jawab si Kumis sedikit canggung. Mereka kembali diam.

Continue reading

Kejutan Di Hari Istimewa

Senyum Nuri terus mengembang, menyambut tamu undangan yang hadir satu per satu, menuju taman belakang yang telah disulap jadi arena pesta.

ilustrasi: bangor

Sebuah kolam renang kecil di tengah taman, menambah romantis suasana berkat kehadiran lilin di tengah kolam. Lampu warna warni menjuntai di antara pepohonan. Meja-meja dan kursi berselimut putih tertata rapi.

Continue reading